Jumat, Desember 14, 2018
   
Text Size

Pencarian

Mengenal Rupiah Kita

Bogor, 03 Juni 2015 KLASIKAL - Ciri ciri Keaslian Uang Rupiah dan Uang Tidak Layak Edar

  • UANG PALSU

Uang tiruan, dibuat Oleh pihak yang tidak berwenang untuk diedarkan atau telah beredar, seakan-akan sebagai alat pembayaran yang sah.

  • UANG TIDAK LAYAR EDAR (UTLE)

Uang yang berada dalam kondisi lusuh,cacat,rusak,dan uang yang telah dicabut dari peredaran

Tingkatan Security Features

  • Level 1 (overt) : Diperuntukkan bagi orang awam dan dapat diidentifikasi secara langsung dengan panca indera (indera peraba dan indera penglihatan)
  • Level 2 (overt dan covert) : Diperuntukkan bagi profesional dan dapat diidentifikasi secara langsung dengan bantuan peralatan (loupe dan sinar ultra violet)
  • Level 3 (covert) : Diperuntukkan bagi Bank Sentral dan hanya dapat diidentifikasi dengan menggunakan peralatan khusus

CIRI-CIRI KEASLIAN UANG RUPIAH

Keaslian uang Rupiah dapat dikenali melalui :

  1. Bahan Yang digunakan
  2. Disain dan ukuran
  3. Teknik Cetak

Unsur pengaman (Security Features) uang Rupiah dibuat pada :

  1. Bahan Uang
  2. Teknik cetak uang

Konsep 3D

  1. Dilihat
  2. Diraba
  3. Diterawang

Dilihat

1. Warna Uang terlihat terang dan jelas

2. Terdapat BENANG PENGAMAN, yaitu bahan tertentu yang ditanam pada kertas uang dan tampak sebagai suatu garis melintang atau beranyam, berubah warna

3. Pada uang pecahan tertentu (Rp.100.000/04, Rp.50.000/99, Rp.50.000/05, Rp.20.000/04 dan Rp.10.000/05), di sudut kanan bawah terdapat Optical Variable Ink (OVI), yaitu hasil cetak mengkilap berupa lingkaran yang warnanya dapat berubah apabila dilihat dari sudut pandang tertentu

Diraba

1. Pada setiap uang terdapat angka, huruf dan gambar utama dengan CETAK INTAGLIO yaitu hasil cetak berbentuk relief yang terasa kasar bila diraba

Diterawang

1. Pada setiap uang terdapat TANDA AIR, yaitu suatu gambar tertentu yang dibuat dengan cara menipiskan dan menebalkan serat kertas sehingga terlihat bila diterawangkan, umumnya berupa Gambar Pahlawan

2. Pada setiap uang kertas terdapat RECTOVERSO, yaitu hasil cetak yang beradu tepat atau saling mengisi di muka dan belakang

Ciri ciri uang rupiah

  • UANG KERTAS PECAHAN Rp. 100.000 TAHUN EMISI 2004
    Ukuran: Panjang 151mm, Lebar 65mm
    Bahan: Serat Kapas
    Warna Dominan: Merah
    Tanggal Pengeluaran: 29 Desember 2004
    Gambar Utama Bagian Muka : Gambar Pahlawan Proklamator DR. IR. SOEKARNO dan DR. H. MOHAMMAD HATTA
    Bagian Belakang: Gambar Gedung MPR dan DPR R
  • UANG KERTAS PECAHAN Rp. 50.000 TAHUN EMISI 2005:            
    Ukuran: Panjang 149mm, Lebar 65mm Bahan:
    Serat Kapas
    Warna Dominan: Biru
    Tanggal Pengeluaran: 20 Oktober 2005
    Bagian Belakang: Gambar Danau Beratan, Bedugul, Bali Gambar Utama Bagian Muka : Gambar Pahlawan Nasional I GUSTI NGURAH RAI
  • UANG KERTAS PECAHAN Rp. 20.000 TAHUN EMISI 2004
    Ukuran: Panjang 147mm, Lebar 65mm
    Bahan: Serat Kapas
    Warna Dominan: Hijau
    Tanggal Pengeluaran: 29 Desember 2004
    Gambar Utama Bagian Muka : Gambar Pahlawan Nasional OTO ISKANDAR DI NATA
    Bagian Belakang: Gambar Pemetik Teh
  • UANG KERTAS PECAHAN Rp. 10.000,- TAHUN EMISI 2005 DESAIN BARU:
    Ukuran: Panjang 145mm, Lebar 65mm
    Bahan: Serat Kapas
    Warna Dominan: Ungu Kebiruan
    Tanggal Pengeluaran: 03 Juni 2010
    Gambar Utama Bagian Muka : Gambar Pahlawan Nasional SULTAN MAHMUD BADARUDDIN II
    Bagian Belakang: Gambar Rumah Limas, Palembang

Catatan

  1. Pada uang lama tidak ada simbol, pada uang baru ada simbol O (untuk tiap pecahan beda simbol)
  2. Uang lama bagian atas terasa sedikit kasar berwarna merah, uang baru berubah warna abu-abu dan terasa kasar bergaris-garis.
  3. Uang lama sebelah gambar pahlawan Polos, uang baru ada lingkaran-lingkaran kecil dalam jumlah cukup banyak.
  4. Terjadi sedikit penerangan warna.
  5. Warna merah lebih tua daripada yang lama

Kriteria uang tidak layak edar

  1. Uang lusuh atau uang cacat
  2. Uang yang dicabut atau ditarik dari peredaran
  3. Uang rusak

Bagaimana jika kita menemukan uang tidak layak edar

Masyarakat dapat menukarkan uang tidak layak edar dengan Uang Rupiah yang layak edar di kantor Bank Indonesia setempat atau pada waktu kegiatan kas keliling Bank Indonesia, dan di kantor pihak lain yang disetujui oleh Bank Indonesia atau pada waktu kegiatan kas keliling pihak lain yang disetujui oleh Bank Indonesia. Uang tidak layak edar meliputi uang lusuh, uang cacat, uang rusak, dan uang yang telah dicabut dan ditarik dari peredaran. Bank Indonesia memberikan penggantian sebesar nilai nominal kepada masyarakat yang menukarkan uang lusuh atau uang cacat sepanjang dapat dikenali keasliannya. Bank Indonesia memberikan penggantian sebesar nilai nominal kepada masyarakat yang menukarkan uang yang dicabut dan ditarik dari peredaran sepanjang dapat dikenali keasliannya dan masih dalam jangka waktu 10 tahun sejak tanggal pencabutan. Bank Indonesia dan/atau pihak lain yang disetujui oleh Bank Indonesia memberikan penggantian kepada masyarakat yang menukarkan Uang Rusak

Uang rusak yang diberi penggantian sesuai dengan nilai nominal.

  • Fisik Uang Kertas > 2/3 (lebih besar dari dua pertiga) ukuran aslinya dan ciri uang dapat dikenali keasliannya.
  • Uang Rusak masih merupakan suatu kesatuan dengan atau tanpa nomor seri yang lengkap dan > 2/3 (lebih besar dari dua pertiga) ukuran aslinya serta ciri uang dapat dikenali keasliannya.
  • Uang Rusak tidak merupakan satu kesatuan, tetapi terbagi menjadi paling banyak 2 (dua) bagian terpisah dan kedua nomor seri pada Uang Rusak tersebut lengkap dan sama serta > 2/3 (lebih besar dari dua pertiga) ukuran aslinya dan ciri uang dapat dikenal keasliannya.

Uang rusak yang tidak diberi penggantian

  • Fisik Uang Kertas ≤ 2/3 (kurang dari atau sama dengan dua pertiga) ukuran aslinya.
  • Uang Rusak tidak merupakan satu kesatuan, tetapi terbagi menjadi paling banyak 2 (dua) bagian terpisah dan kedua nomer seri Uang Rusak tersebut beda
  • Uang tidak layak edar karena rusak
  • Uang kertas dianggap tidak layak edar apabila memiliki salah satu kriteria jenis kerusakan : Terbakar, Ada coretan, Lubang >10mm, hilang sebagian >50mm, sobek >8mm, selotip > 225m

Oleh nani melani (03/06/2015)

*Dikutip dari Bank Indonesia

 

Idul FItri 1439 H

idul-fitri-1439-h

infosehari