MEMBANGUN BISNIS PERBANKAN DENGAN KONSEP KEKELUARGAAN

Oleh: Bapak Cahyo Kartiko

Dikutip dari buku Bisnis Model Bank Pembiayaan Rakyat Syariah

 

Ditengah maraknya riba, Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Amanah Ummah bisa menjadi pilihan masyarakat muslim dalam mencari layanan pembiayaan sesuai aturan syariat. Komitmen manajemen untuk meraih laba sambil menepis riba bisa jadi jalan mencari keberkahan. Dengan misi membangun kehidupan ummat, perusahaan memegang teguh prinsip-prinsip amanah, professional, dan melayani klien dengan cepat.

Sejak berdiri hingga saat ini, BPRS Amanah Ummah telah dipercaya masyarakat. Terbukti dari sejumlah penghargaan dari majalah Infobank, sebuah majalah perbankan kredibel yang kerap menganalisis informasi industri asuransi, multifinance, dan perbankan di Indonesia.

Sejak tahun 2012 hingga 2016, BPRS Amanah Ummah secara konsisten mendapat penilaian sangat bagus dari Infobank untuk kategori BPRS beraset lebih dari 100 miliar. Bahkan, pada 2014 Prudent Islamic Rural Bank di Pulau Jawa. Berkat kinerja keuangan perusahaan yang baik, pada 2016 Infobank kembali memberi predikat sangat bagus untuk kinerja keuangan selama 5 tahun, yaitu sejak 2011 hingga 2015.

Hal itu tak lepas dari kepercayaan nasabah yang didominasi oleh pedagang di pasar tradisional. Sejak awal, perusahaan memang berkomitmen menjadikan pasar sebagai salah satu sumber penghimpunan dan penyaluran dana. Hal itu tak lepas dari sejarah berdirinya BPRS Amanah Ummah. Para pendiri dan pengurusnya adalah para pedagang besar yang matang berpengalaman memakan asam garam kehidupan pasar.

Apalagi, pasar merupakan sector riil yang melibatkan masyarakat banyak. Dinamisnya pasar terlihat dari perputaran uang setiap harinya. Apalagi jika para pedagang menabung. Kepercayaan publik kepada BPRS Amanah Ummah terlihat dari pencapaian 15 orang founding officer yang telah bertahun-tahun menghimpun dana nasabah dalam bentuk tabungan dan meyakinkan nasabah untuk berinvestasi di BPRS Amanah Ummah. Pada 2016 misalnya, pendapatan FO dari Januari hingga Agustus mencapai Rp122 miliar. Pendapatan rata-rata per bulan lebih dari Rp15 miliar. Adapun pendapatan per hari pada periode itu mencapai Rp761 juta.

Kinerja keuangan itu tak lepas dari sistem yang dibangun untuk memudahkan nasabah. Kreditur yang membutuhkan suntikan modal bisa mengajukan permohonan barang melalui skema Bai’Al Murabahah (Tanpa wakalah). Setelah melalui akad jual beli kepada BPRS, nasabah dengan segera dikirim barang dan dokumen oleh supplier. Adapun mekanisme cicilan berjalan sesuai syariat dan dijamin bebas riba.

Perihal administrasi pembayaran, BPRS Amanah Ummah mengenakan biaya administrasi sesuai kesepakatan. Besarannya sesuai biaya riil yang terkait langsung dengan pembiayaan dan dibayar tunai oleh nasabah sebelum akad, tidak dari dana pencairan (droping), termasuk biaya lainnya (asuransi-pengikatan notaril dsb). Alhasil nasabah tak dikenai tambahan biaya tak jelas.

Supaya transaksi berlangsung transparan, manajemen memastikan kejelasan barang yang dibeli baik kualitas, jumlah maupun waktu pengiriman. Karena itu, manajemen bekerjasama dengan supplier dan menghadirkan pemilik barang di majelis akad. Manajemen juga memastikan tidak ada blokir tabungan untuk angsuran yang dananya bersumber dari pencairan.

Manajemen juga memastikan semua transaksi bebas dari Riswah (suap menyuap). Singkat kata, seluruh aktivitas perbankan telah sesuai dengan fatwa MUI dan SE Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Beberapa aktivitas perbankan yang dilayani manajemen BPRS Amanah Ummah antara lain:

·         Akad Murabahah (Re-Schedulling), Penjadwalan kembali tidak menambahkan marjin dan tidak dipindahkan atas nama orang lain/pihak ketiga.

·         Top-Up Akad Murabahah, Tidak membuat akad kedua dan seterusnya untuk menutup/melunasi akad yang sebelumnya.

·         Akad Istisna, Nasabah menerima barang pesanan (mis:rumah) uang diserahkan kepada developer (Istishna Pararel) secara bertahap, uang tidak diserahkan kepada nasabah.

·         Akad Ijarah, Nasabah menerima manfaat atas suatu barang uang diserahkan kepada pemilik asset (contoh Pemilik Toko/ Ijarah Pararel)

·         Akad Ijarah Multi Jasa (Pendidikan dan Kesehatan), Uang diserahkan kepada pemberi jasa dengan akad kafalah (LP atau RS) tidak kepada nasabah.

·         Akad Qardh (Talangan), Ujroh tidak boleh diakadkan baik jumlah maupun waktunya (diserahkan sepenuhnya kepada nasabah).

·         Akad Qordh Haji, Ujroh pengurusan haji hanya sekali dan tidak dikaitkan dengan jangka waktu dan jumlah pembiayaan

·         Akad Musyarakah/Mudharabah, Pendapatan bagi hasil dari realisasi pendapatan (cash basis) berdasarkan laporan tertulis dari nasabah bukan dari proyeksi dan jadwal angsur, berbagi untung dan rugi (loss and profit sharing) dengan nasabah, serta tidak mensyaratkan nasabah untuk menyiapkan dana di rekening debet minimal 1x angsuran (blokir)

·         Deposito Mudharabah, Tidak memastikan keuntungan untuk Deposan dengan jumlah uang atau persentase serta tidak membuat special nisbah kepada Deposan tertentu.

Bagi masyarakat yang tertarik bekerjasama dengan BPRS Amanah Ummah, bisa mendatangi kantor pusat yang beralamat di Jalan Raya Leuwiliang Nomor 9, Bogor. Atau bisa mendatangi kantor cabang lain di jalan RE Martadinata nomor 2-4 Bogor. Yang berasal dari Sukabumi tak usah khawatir, terdapat kantor cabang di Jalan Raya Siliwangi Nomor 99 J dan Nomor 99K, Cicurug. Adapun kantor kas terdapat di Kampus Universitas Ibn Khaldun, Jl. KH. Sholeh Iskandar, Bogor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *